Ahad, 20 Disember 2020

Part 9 : Dua Rahsia Sulit Terbesar

Ada dua saduran dari ucapan ini, satu di Kitab Injil karangan Matius dan yang satulagi di Kitab Injil karangan Lukas. Kedua saduran ini tidak sama. Periksa danbandingkanlah MATIUS 5, 6 dan 7 dan LUKAS 6 : 17 - 49.

Sebagaimana diketahui Jesus berbahasa Aramaik, dan naskah ajarannya dalam bahasa ini sudahtidak ada lagi, dan menurut para sarjana, ia tidak mungkin ditemukan lagi.Dapat dikatakan bahawa naskah itu adalah Injil Jesus yang asli, yang tersimpanoleh saudaranya seibu, Yakub, Ketua Jemaah, di Mihrab Masjid Al-Aqsa diJerusalem. Pada tahun 62 Yakub terbunuh atas perintah Ananas, Imam BesarYahudi. Pemberontakan (67-70) melawan orang Rom berakhir dengandibumiratakannya Jerusalem.

Perlu ditekankan bahawa pengikut sejati dari ajaran Jesus ini adalah daripada BaniIsrail (Yahudi). Mereka dinamakan "Nazoreans (Nazarenes, Nasarah)"taat kepada syari'at Nabi Musa AS, percaya bahawa Jesus, putera gadis Mariam AS,adalah Al-Masih. Mereka merupakan suatu jemaah, suatu aliran tasawuf yang miripsekali, menurut hasil penyelidikan Dead Sea Scrolls, dengan tarekat kaumEssenes. Mereka tidak bergereja dan bukan Kristian, bahkan dikafirkan kemudianoleh kaum mualaf (yang baru memeluk) Nasrani yang mendewakan Jesus laksana"Penebus Dosa."

KitabInjil dikatakan (kerana tiada bukti) karangan Matius tersiar kira-kira padatahun 79. Matius (Ibrani : Mattihyah ; artinya "anugerah Ilahi"),putera dari Alpius, seorang Yahudi yang berbahasa Aramaik adalah hawari(discipel) dari Jesus.

Autograph dalam bahasa Aramaik dari karangannya yang kemudian disebut Injil, tidak adalagi. Hanya ada codices dalam bahasa Greek-Koine, yaitu bahasa Yunanisehari-hari, salinan-salinan dari yang lain-lainnya. Tidak diketahui siapapenterjemahnya dan para penyalinnya.


The Last Supper : Da Vinci

AdapunKitab Injil Lukas, karangan Lukas ini tersiar kira-kira antara tahun 145 - 155.Lukas, seorang mualaf Kristian berasal dari Greek yang tidak berbahasa Aramaik,adalah ahli perubatan dan kawan dari Paulus. Lukas tidak kenal Jesus. Autographdari tulisannya yang kemudian disebut Injil, pun tidak ada. Hanya terdapatsalinan-salinan dari salinan-salinan yang berlainan.

Siapapara penyalinnya tidak diketahui pula?

Dari kedua saduran tersebut dapat dinilai betapa tingginya ajaran akhlak dari Jesus.

Perlukiranya diterangkan di sini bahawa menurut segala kamus, Tuhan adalah God danHeer adalah Tuan. Dalam Bijbel naskah Belanda dan Inggeris disebut Heer danLord, akan tetapi dalam naskah Melayu/Indonesia diterjemahkannya Heer, Lorddengan Tuhan ; hingga bila diterjemahkan kembali menjadi God ; hal mana menyesatkan pembaca dan meng-ilahkan Jesus. Tidak disebutnya God Jezus, tetapiHeer Jezus, iaitu sama seperti sebutan 'Sayidina' (Tuan Kami) dalam tradisiIslam. Jadi ia sepatutnya disebut Tuan Isa. Jelaslah pula dengan kata Bapakudan Bapamu dimaksudnya Allah, tanpa perbezaan antara kedua Bapa itu.

Jesus sendiri menyebut dirinya Anak Manusia. Ketahuilah bahawa dalam bahasa-bahasa Semit, tidak dikenal huruf besar, huruf kapital (hoofdletter) Pendeta Dr. A.P.Davies menguatkan apa yang tersebut di atas di dalam bukunya "The FirstChristian" pada halaman 128, begini :

"Menurut pendapat banyak sarjana, satu dari pada sebab-sebabyang utama dari perubahan status Jesus, dari Al Masih Yahudi hingga menjadiPembebas alam-dunia, terletak pada penggunaan istilah "Lord."

Dalam bahasa Ibrani kata ADONAI cuma berarti Yehovah, Tuhan yang Satu dan yang Satu-satunya, dan Jesus tidak mungkin disebut Lord.

Dalam bahasa Aramaik (MARAN) sudah mulai ada suatu perubahan. Para dewa pembebas Matahari adalah "lords." Dalam bahasa Yunani (KURIOS), kata ini pasti mempersamakan Jesus dengan seorang dewa - pembebas seperti lord-lord lain dar iagama-agama misteri. Bukannya kata "kurios" diperuntukkan khas guna maksud ini.

Kata"kurios" dapat dipersamakan dengan kata "sir" dalam bahasaInggeris. Tetapi kalau kata itu digunakan tentang Caesar atau tentang seorangdewa pembebas, maknanya menjadi agung.

Kata itu tentu dapat dipakai tentang Jesus dalam erti yang lebih tinggi sesudah ia ditablighkan kepada orang ; kalau tidak Jesus akan lebih direndahkan dan padakedudukan dewa-dewa Attis, Tammuz atau Osiris. Sesudah kata itu dipakai bagi Jesus, maka beliau, tidak mungkin lain, memperoleh beberapa tabiat dari paradewa-pembebas.

Idea tentang pembebas sebagai Putera Tuhan sudah ada beberapa abad sebelum Paulus,pada agama Hellenic (Greek Kuno), pada Gnosticism, pada gerakan Hermetik.Konsep Ibunda Tuhan yang kini dihubungkan dengan Maryam, Ibu dari Jesus, telahjauh berkembang pada dewi Isis, Cybele dan banyak lagi "materdolorosas" lain.

Dodd dalam kajiannya yang tersohor tentang istilah-istilah dalam bahasa Ibrani danYunani dari Wasiat Lama, memeriksa kata-kata seperti 'God," 'Law,""Sin," "Atonement," "Faith," dan memperlihatkanbagaimana maknanya berubah kalau Ibrani diganti dengan Yunani.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan